DREAM
Saat malam menyapa entah mengapa mataku susah sekali untuk di pejamkan, hari-ari terasa berlalu begitu saja tanpa ada hal yang aku dapatkan. Jam menunjukan pukul 00:30 wib, orang-orang sedang lelap dalam tidurnya mereka tengelam di dalam mimpi mereka masing-masing begitu pula orang tuaku. Haya aku sendiri yang masih terjaga tidak tahu mau berbuat apa. Aku hanya merenung memikirkan semua yang telah terjadi kemudian menangis sampai lelah dan terlelap. Tak jarang aku telat bekerja karena bangun kesiangan.
Anak yang cantiik, baik, tinggi, pintar, sopan itu adalah penilaiian orang terhadapku. Sebenarnya aku tidak seperti itu, aku adalah anak yang malas, suka membantah, egois pokoknya semua sifat jelek ada di diriku. Aku besar dalam keluarga yang biasa-biasa saja tapi orang tuaku sangat menyanyangi aku sehingga aku merasa menjadi orang yang paling kaya kasih sayang di dunia ini. Aku juga beruntung karena bisa bekerja sambil kuliah, bos tempat ku bekerja juga baik sekali.
Entah mengapa sampai saat ini aku masih jomblo, mungkin karena aku terlalu terbiasa menjomblo. Jomblo itu bebas, g ribet semuanya terasa santai. Mungkin juga karena aku terlalu pemilih sehingga banyak cowok yang takut terhadapku. Walaupun aku sangat pemilih tapi aku selalu salah dalam memilih cowok sehingga orang tuaku tidak pernah setuju dengan mantan pacar-pacar ku. Ortuq juga sempat berniat menjodohkan aku dengan cowok yang super pendiam, tapi mereka menyerah karena aku sama sekali tidak mau mencoba dengan cowok itu.
Wah banyak banget perkenalan tentang diriku, lanjut dech…..
Kali ini aku ingin bercerita tentang kisah kasih dan cowok yang aku dambakan, mungkin mirip akan mirip cerita di film korea karena aku sangat mengidolakan mereka.
Suatu pagi yang indah di penghujung desember, sebentar lagi tahun baru akan datang dan semoga saja cinta baruku akan datang pula karena sudah terlalu lama hati ini kering. Sudah lama aku tidak merasakan deg-degan saat menunggu bertemu dengan pacar ataupun cemburu ketika ada cewek lain yang dekat dengan pacarku. Seperti biasa aku bangun jam5 pagi untuk melasanakan sholat kemudian bersih-bersih rumah dan bersiap-siap berangkat ke kantor.
Kupasang headset di telinga dan kuputar lagu korea yang ku suka, pagi ini terasa begitu cerah karena hari ini adalah hari sabtu seperti biasa aku akan kuliah di hari sabtu dan minggu. Setelah puas bernyanyi-nyanyi sambil mencuci piring dan menyapu aku pun bersiap-siap berangkat ke kantor. Dengan mengendarai sepeda motor tercinta aku sampai di kantor, agak telat sich tapi hal ini sudah biasa buat bosQ suda sangat maklum. Hari sabtu merupakan hari santai karena kantorQ hanya buka hingga pukul 11:30 wib. Kulihat pekerjaan di meja hanya sedikit kemudian kuputuskan untuk membuka facebook untuk update status.
Ima” pagi yang inadah,met pgi frend2Q ap kbr na hri ne? duh sneng na waktux kul ne “
Begitulah bunyi statusku di pagi ini, sebentar saja aku sudah tengelam dalam komentar teman-teman fbq yang lain. Q juga chat dengan beberapa teman yang sedang ol mengunakan PC, kebanyakan sich anak-anak baru yang ngajak kenalan. Jujur saja aku orang yang susah basa-basi aku malas untuk berkenalan terutama untuk urusan-urusan yang tidak penting. Setelah aku merasa bosan maka aku mulai megerjakan tugas-tugas yang ada di mejaku.
Hari ini terasa begitu pendek buatku tak terasa jam pulang telah tiba, aku pun pulang dengan perasaan gembira.
“asalamualaikum……..”
Aku memberikan salam ketika memasuki rumahq, kemudian ibuQ tercinta menjawab salamQ
“wa’ala cium sayang…..”
Hehehehehehe…..itu lah ibuq tercinta yang suka bercanda, walaupun dia juga lelah sehabis bekerja tapi dia tetap mau bercanda denganQ. Ibuq juga selau memasak walaupun dia sibuk bekerja, hari ini ibuq memasak oseng buncis kesukaanQ. Tanpa basa-basi aku pun langsung melahap makan ciank tanpa menunggu bapakQ pulang. Aku selalu membiasakan makan dulu sebelum sholat karena kata ibuq lebih baik saat makan ingat sholat dari pada saat sholat ingat makan.
“ima…..jangan lupa sholat baru tidur ciank” ucap ibuQ dar dapur
“siap bozzzzz……” jawabku sekenanya. Tak ayal ibuq mulai mengomel karena aku memngilnya bos. Aku pun hanya tertawa-tawa menuju kamarq tersayang kemudian aku sholat dan memejamkan mata walau hanya untuk 15 menit. Setelah kurasakan kantukQ hilang aku pun mandi dan bersiap-siap berangkat ke kampus. Seperti biasa bapak dan ibu selalu berpesan agar aku tidak ngebut di jalan, hati-hati, jangan lupa sholat, jangan lupa makan, jangan lupa bawa jaket, dan yang pasti jangan pulang larut malam.
Hari sabtu yang cerah padahal beberapa hari yang lalu selalu turun hujan di sore hari, seandainya aku punya pacar pasti aku akan sangat bahagia menyambut malam minggu ini. Walaupun cuacanya bagus entah kenapa banyak dosen yang tidak hadir. Aku dan sahabatku memutuskan untuk makan dan jalan-jalan. Seperti biasa saat magrib temanku akan pulang untuk mandi dan saat-saat inilah yang paling ku benci. Dari pada aku bengong akupun memutuskan untuk ke toko kaset, aku sangat suka serial korea.
Ternyata film baru belum ada maka aku putuskan membeli 2 film yang agak lama. Pemainnya sich lumayan dan semoga saja ceritanya juga lumayan. Selesai membeli kaset akupun pulang karena sahabatku akan jalan dengan pacarnya, dosen pun tidak masuk. Sampai di rumah aku langsung menonton film yang ku beli tadi judulnya adalah billie jane. Ceritanya seru buat aku senyum-senyum sediri dan menagis sendiri. Jam sudah menunjukan pukul 1:00 am terpaksa akupun sholat dan tidur. Malam ini aku tidur dengan senyum mengembang karena kisah billie jane sangat lucu.
Pagi datang terlalu cepat seperti biasanya setelah melakukan kewajiban menghadapNya akupun melakukan aktifitas pagi seperti biasannya. Karena ini hari minggu akupun lebih santai karena aku tak perlu bekerja. Setelah selesai mencuci baju aku mengerjakan tugas-tugas dari dosen yang belum aku selesaikan. Ingin rasanya saat hari libur seperti ini aku pergi jalan-jalan untuk refreshing, tapi apa daya ortu tak mungkin mengizinkan. Salah satu refreshingku adalah mendengarkan mp4.
Mengalun sebuah lagu sendu dari ost playful kiss yang mengingatkan ku akan film itu. Terbayang semua adegan yang menyedihkan bagaimana bisa seorang cewek meyukai orang yang ketus selama bertahun-tahun. Beberbeda dengan kisah cintaku yang paling lama bertahan selama 6bulan. Saat aku benar-benar menyukai seseorang pasti aku di hianati. Ya begitulah percintaan, tak akan selamanya indah dan aku tak akan pernah takut untuk jatuh cinta lagi. Aku malah menanti kapan cinta akan menyapaku lagi, kapan sang cupid akan mengarahkan panah asmaranya padaku.
Kuliah hari ini sama seperti biasanya tidak ada yang special, aku kembali di tinggal oleh sahabatku dan pacarnya. Entah sudah berapa lama aku merasa begini, berapa banyak film korea yang ku lihat tapi tetap saja orang yang ku tunggu belum juga datang. Sampai di rumah aku putuskan untuk menonton billie jean lagi, ternyata episode kali ini sngat sedih benar-benar membuatku menagis. Akhirnya mala mini aku tidur dengan mata sembab karena tak bisa berhenti menagis. Begitulah terus cerita hari-hariku yang terus menunggu sesuatu yang tidak tahu kapan dan bagaimana datangnya.
Semua terasa membosankan hingga datang suatu saat di hari sabtu yang gerimis. Saat istirahat kuliah aku memutuskan untuk ke supermarket membeli beberapa keperluan. Sahabtku seperti biasa pulang untuk mandi. Banyak yang inggin ku beli hingga pukul 6:00 pm aku baru selesai berbelanja. Aku berniat untuk langsung kembali ke kampus walaupun di luar gerimis tampak tak mau berhenti. Parkiran motor sangat penuh, belanjaanku juga banyak maka dari itu aku merasa sangat kesulitan untuk mencapai motorQ.
Saat aku berniat mengundurkan motor tak sengaja aku menyenggol sepeda motor yang lain hingga sepeda motor itu jatuh. Aku membawa banyak belanjaan sehingga aku kesulitan untuk menahan motor itu. Beberapa detik kemudian pemilik motor itu datang. Orangnya masih muda, tampangnya lumayan, badannya lebih tinggi dari pada aku, dan dia tampak keren. Untuk beberapa menit aku terpana denganparasnya tapi hal itu menguap begitu saja karena dia mulai bersikap ketus kepadaku.
“mbak, bisa naek motor g sich? Masak mudurin motor aja pake ngambrukin motor orang?”
“map mas beneran g sengaja, motornya g kenapa-kenapa kan?” tanyaku panic.
“g lihat ne motorku lecet?”
Huft…..baru kali ini ada cowok yang marah-marah seperti ini padaku. Padahal cowok biasanya akan bersikap baik pada ku dalam kondisi apa pun.
“map…banget.kan Cuma lecet.parkirannya penuh ne, aku juga mesti buru-buru ke kampus.map ya” aku mulai merasa khawatir orang-orang akan menoleh kami semua.
“Cuma??????”
“maaapppp……….” Yang penting aku sudah mintak map terserah kamu mau maafin atau tidak ucapku dalam hati. Tanpa basa-basi lagi akupun segera kabur tanpa memperdulikan teriakan cowok itu.
Malam yang sial ucapku pada sahabatku, kemudian aku bercerita padanya agar aku bisa nerasa sedikit lega. Seperti yang ku perkirakan tanggapan sahabatku pun lebay, masak dia menyalahkan aku. Sama saja dia seperti cowok tadi padahal motor itu hanya lecet kenapa mesti marah-marah ampek segitunya. Jujur memang ada sedikit rasa bersalah ku rasakan karena aku tidak bertanggung jawab. Inilah aku seorang yang terlalu pengeecut. Karena kejadian itu moodku menjadi buruk bahkan aku tidak merasa lapar. Aku tidak bisa konsentrasi mendengar penjelasan dosen. Aku hanya ingin pulang dan istirahat.
Beberapa hari telah berlalu dari kejadian itu dan aku hampir bisa mengatasi rasa bersalahku. Hari ini hari minggu saatnya aku kuliah lagi. Hari ini aku berencana untuk mengunjungi toko buku saat istirahat kuliah. Siapa tahu ada buku yang menarik yang bisa aku baca karena beberapa hari ini aku mulai merasa bosan dengan serial korea. Akhirnya aku menemukan sebuah novel islami, aku inggin memepelajari islam lewat novel karena jujur saja aku kurang dalam pendidikan agama. Tak sabar rasanya aku ingin membaca buku itu, tiba-tiba saat aku keluar dari took buku tedengar suara yang sangat nyaring.
Brrrraaaakkkkk………..
Aku sangat kaget, ternyata terjadi sebuah kecelakaan. Tidak parah sich hanya satu motor yang tidak sengaja menambark lobang dan terjatuh. Aku adalah orang yang paling dekat dengan kejadian itu, walaupun aku sangat takut tapi aku harus menolong korban yang terjatuh. Aku sangat panic karena ternyata korban terluka sedikit di bagian kepalanya, dia juga tidak sadarkan diri mungkin saja dia terlalu kaget dengan kejadian tadi. Segera ku ambil sapu tangan di tas ku dan kutempelkan di luka korban agar darah berhenti kemudian oaring-orang berdatangan korban pun sadar. Untung saja tidak ada polisi sehingga aku tidak perlu memberikan kesaksian atas kecelakan tadi.
Korban kacelakaan itu adalah seorang cowok. Dia langsung di antar orang-orang pulang ke rumahnya. Aku tidak sempat mengambil kembali sapu tanganku tapi ya sudahlah hanya sapu tangan, aku hanya berharap korban itu akan baik-baik saja dan segera sehat seperti sedia kala. Sayangnya aku tadi tidak begitu memperhatikan cowok itu hanya saja motor yang di gunakan cowok itu sepertinya aku pernah melihat entah di mana aku belum bisa mengingatnya.
1 bulan kemudian
Aku harus belajar mati-matian untuk ujian kali ini karena kerjaan kantor juga sangat banyak di kantor. Alhamdulilah aku selesai ujian hari ini, tinggal menunggu hasilnya. Jam masih menunjukan pukul 7:00 pm. Masih terlalu sore untuk pulang kerumah maka aku putuskan untuk bejalan-jalan terlebih dahulu. Ketika melewati pasar tak sengaja aku melihat jeruk kesukaanku dan aku putuskan untuk membelinya. Ketika aku membayar buah di kasir datanglah seorang cowok yang sepertinya aku kenal dia juga mencari jeruk yang aku beli tetapi sayang jeruk terakhir telah aku beli jadi cowok itu tidak kebagian.
Agak susah mengingat orang itu lah aku, makanya akhir-akhir ini aku mnedapatkan balasannya dan tau bagai mana rasanya di lupakan. Aku tidak suka di lupakan, tanpa fikir-fikir lagi aku langsung meninggalkan toko buah itu tanpa memeprdulikan cowok yang sepertinya ku kenal tadi. Saat aku akan mengendarai sepeda motor aku mendengar seseorang memengilku.
“rindu……ngapain kamu di sini?”
“owh popy, gi beli jeruk ne.kamu dari mana?”
Popy dan aku berada dalam tahun yang sama di kampus hanya saja kami beda jurusan. Kami pun lalu tengelam dalam cerita-cerita kami karena sudah lama kami tidak bertemu, maklum popy orang yang sangat sibuk bekerja jadi dia jarang masuk kuliah.
“dah malam ne aku pulang dulu ya” kataku pada popy.
“iya, ati-ati lah aku juga mau pulang ne. dag…..”
“dag…..”
Aku merasa seperti ada yang memperhatikan saat aku berbincang-bincang dengan popy tadi, tapi segera ku tepis fikiran itu karena aku harus segera pulang sebelum ibuku mengomel. Dan ternyata benar ibuku sudah ngomel-ngomel saat aku tiba di rumah. Untuk menghindari omelan ibu akupun segara masuk ke kamar dan tidur. Mungkin karena ujian tadi akupun terlelap dengan cepat.
Jalan ini sepertinya pernah ku lewati bahkan aku merasa sangat hafal dengan jalan ini. Sedang di mana aku ini? Tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampiriku. Akui belum pernah bertemu dengan cowok ini tapi entah mengapa kami bisa saling berbincang dan bercanda seperti kami sudah lama bersama. Cowok itu begitu baik dan keren, badannya juga tinggi. Aku menyimpulkan hanya cewek bodohlah yang mengabaikan cowok ini. Aku merasa sangat bahagia.
You get know I’m falling in love…………
Dering Hp membangunkanku, dan ternyata hal yang membahagiakan ku hanyalah mimpi.
Hahahahahaha………. Aku tertawa sendiri mengingat-ingat kembali mimpiku semalam. Andaikan cowokku seperti itu pasti aku sangat bahagia. Karena hatiku yang sedang bahagia maka bergulirnya waktu terasa cepat bagiku. Kini tiba saatnya penerimaan mahasiswa baru. Aku menjadi salah satu panitia ospek di kampusku, ya untuk sekedar refreshing dari semua pekerjaan ku.
Acara ospek kali ini sangat seru penampilan para cama-cami lebih parah dari pada yang pernah aku alami dulu. Itu lah resiko menjadi cama-cami sering di permainkan oleh senior. Cama-cami masih sangat muda bahkan terlalu kecil untukku, huft…aku seakan menyesal menjadi panitia di sini. Sebenarnya aku berharap akan bertemu seseorang yang baru tapi malah begini keadaannya. Panitia-panitia dari fakultas lain juga belum ada yang ku rasa bisa membuat jatungku berdetak kencang.
Setelah beberapa hari berlalu tibalah saatnya para cama-cami meminta tanda tangan kepada para senior.
“yang mendapatkan tanda tangan kurang dari 100 maka cama atau cami itu tidaka akan mendapat sertifikat ospek” begitulah kata temanku dan seperti biasa para cama-cami begitu panic, mereka menggangap serius perkataan itu. Aku ingin tertawa tapi sekuat mungkin aku tahan. Aku teringat dulu masa-masa ospekku, betapa bodohnya aku melakukan semua yang di minta para senior hanya demi mendaptkan sebuah tanda tangan yang tidak ada artinya.
Melihat para cama cami yang sibuk meminta tanda tangan seperti melihat film kehidupanku beberapa tahun yang lalu. Aku tidak mengerjai para cama-cami karena aku tidak mau di nilai jahat oleh adik-adik semesterku. Kulihat dari kejauhan ada salah satu senior yang paling banyak di mintai tanda tangan oleh para cama-cami. Dalam hati aku merasa sangat penasaran seperti apa sich orang yang banyak di gemari para cama-cami. Apakah seganteng kim bum?
“siapa sich yang ada di sana?laris amat tanda tangannya” tanyaku pada ita sahabatku.
“mana tow?”Tanya ita sambil tetap sibuk menanda tangani buku dari para cama-cami.
Ita termasuk senior yang cantik jadi tidak heran kalau lebih banyak cama yang meminta ttdnya.
“itu yang di bawah pohon,pake acara bawa gitar lagi sok keren amat sich?”jawabku sambil menunjuk pohon yang tidak jauh dari tempat kami berdiri.
“ita…………………..” aku merasa sedikit jengkel karena ita tidak memperdulikan pertanyaanku.
“hehehehehehe………”ita nyengir kepadaku karena aku mulai cemberut.
“masak kamu g kenal sich rin?”
“ita….kalu aku kenal masak iya aku Tanya ke kamu?”
“dia itu alumni kampus kita, orangnya ganteng lho.kamu g mau ikutan minta tanda tangannya?”
“hah?????emank aku cami,mendingan juga minta ttdnya kim bum”
“sadar rin,mana ada kim bum di sini.mimpi aja dweh terus”
Plak……
Kupukul lengan ita karena jengkel.
“aduh…….mulai dweh tangan kamu tu sakit rin kalau mukul”
Ita mulai mengomel-ngomel tidak karuan dan aku putuskan untuk segara menjauh dari pada aku terkena balasan pukulanku tadi. Aku masih sangat penasaran dengan senior yang di kerubuti para cama-cami. Ingin rasanya menghampiri senior itu tapi harga diriku melarang aku melakukan hal itu. Akhirnya aku hanya berjalan melewati senior itu sambil sesekali meliriknya berharap bisa melihat wajah senior itu sedikit aja.
Deg………………………….
Tiba-tiba waktu seperti berhenti. Wajah senior itu mirip dengan cowok yang ada di dalam mimpiku. Sepertinya aku juga sering melihat wajah cowok itu tapi entah kapan dan dimana. Sejenak kami bertemu pandang, matanya memberikan ketenangan pada siapapun yang melihatnya. Dilihatnya aku serasa meleleh kayak ice cream yang kena sinar matahari. Sayang dia Cuma bentar ngelihat aku, dia juga tidak menampakan senyum. Andai dia tersenyum kepadaku pasti aku bisa beku.
“woy………………..lihatin apa rin?bengong gitu kayak sapi ompong”ledek ita sambil tertawa terbahak-bahak
Sialan ucapku dalam hati, kanapa sich ita datang di saat yang g tepat jadi rusak dweh suasana yang tadi indah.
“ita,bisa g sich g ngagetin gitu?lok aku mati berdiri kamu mo tangung jawab ma ortuQ?”
“cie….segitunya.terpesona ma aji ya rin?”
“siapa aji?”tanyaku bingung
“itu yang lagi di kerubutin cewek-cewek, yang ganteng, bawa gitar pula”
“owh,,,,”Cuma itu yang bisa keluar dari mulutku.
“wah…benar-benar terpesona ne rin?jangan dweh.”
“mank kenapa ta?dia dah nikah ya?”tanyaku penasaran
“g sich tapi dia tu dingin banget ma cewek, dah banyak yang patah hati gara-gara dia tolak”
“hah?????”
“dah ah jangan bengong di pangil temen-temen tu suruh siapin acara inagurasi ntar malem”
“yuk……”
Baru aja ngerasa seneng tapi gara-gara perkataan ita tadi nyaliku jadi ciut karena aku g biasa deketin cowok duluan. Cewek-cewek yang deketin dia pasti banyak, cantik-cantik pula. Lum tempur aku sudah patah semangat dulu. Kayaknya harus ku kubur jauh-jauh dweh harapan deket dengannya. Sepanjang persiapan malam inagurasi aku sama sekali tidak konsentrasi. Otakku tak bisa berhenti memikirkan aji, walaupun hatiku berkata untuk berhenti memikirkannya. Sekali-kali mataku berkeliling berharap melihat aji lagi walau Cuma sebentar. Duh perasaan apa sich ini?padahal tadi Cuma lihat matanya itupun dari jarak jauh, dasar rindu g bisa lihat cowok bening dikit.
Persiapan malam inagurasi sudah hampir selesai, aku merasa capaek jadi aku memutuskan untuk melarikan diri untuk beristirahat sebentar. Kulihat sudah hampir jam 5 sore itu artinya para cama-cami akan segera pulang karena nati malam mereka harus kembali ke kampus untuk mengikuti acara inagurasi. Akhirnya aku tiba di bawah sebuah pohon faforitku, kuteguk minuman kesukaanku yang baru ku beli di kantin. Walaupun kampusku tak sebagus kampus-kampus lain aku masih sangat bersyukur karena aku masih bisa kuliah dan kumpul-kumpul bersama teman-teman.
Tiba-tiba istirahatku terganggu oleh suara orang yang berlari. Segera kucari asal suara itu, tiba-tiba aku terkejut melihat seorang cami yang sedang baerlari. Dia cantik tapi tampaknya dia kelelahan, keringat sudah tak karuan di mukanya. Akupun merasa kasihan. Kuhentikan anak itu untuk bertanya siapa yang menyuruhnya.
“hey,,,,berhanti.”kataku tiba-tiba yang mengagetkannya.
“ya kak.map ada apa?”jawabnya terengah-engah
“kenapa lari-lari,bukannya dah siap-siap mo pulang”
“map kak saya belum dapat seratus tanda tangan,saya baru dapat 99 jadi kurang satu. Saya di suruh lari biar dapet ttd yang keseratus”
“siapa yang suruh?”kataku agak jengkel. Boleh lah kerjain orang tapi g harus nyiksa gini kan, fikirku.
“kak aji, yang di sana tu kak”katanya sambil menunjuk seseorang yang sedang asyik memetik gitar di krsi taman.
Deg………
Hatiku kembali berdetak kencang mendengar namanya, tapi aku juga sedkit sebal karena dia tega ngerjain junior sampai seperti ini.
“udah berhenti kayaknya kamu dah capek banget”
“iya kak, tapi kalau saya g dapet 100 ttd saya g lulus ospek donk?”tanyanya sambil mengelap keringat.
Kemudian ku sodorkan tisu yang ku pegang, cami itu langsung mengambilnya sambil mengucapkan terima kasih.
“Cuma kurang satu kan,sini aku aja yang ttd ntar lok kamu pingsan kami juga yang di labrak keluargamu”
“kakak namnya siapa?”
“rindu”
“ne kak, ttd di sebelah sini ya”
Segera ku ttd kertas dari cami itu karena kulihat dia sudah mulai pucat.
“cepetan istirahat, ingat nanti malam masih ada acara”
“iya kak, makacih banyak ya kak”
“kamu laporan dulu sana ma kak aji. Bilang makacih karena hukumannya dan bilang kamu sudah punya 100 ttd”
“oche kak sippp”katanya sambil berlari.
Kulihat dari jauh cami itu mendatangi senior yang bernama aji, mereka berbincang-bincang sesaat dan kemudin cami itu berlari pergi menuju teman-temannya yang sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Sejenak aku berfikir bahwa aji akan marah dan mendatangi aku, tapi di luar dugaanku dia malah melanjutkan bermain gitar dan tak melihat ke arahku sedikitpun. Kenapa dia tidak marah atau paling tidak melihat ke arahku? Dengan wajah kesal aku kembali bergabung bersama ita.
“dari mana non?bagi dunk minumannya haus ne”ita langsung merebut botol minuman yang ku bawa.
“capek ta,pulang yuk.”pintaku sambil memasang tampang memelas. Jujur aku sebenarnya tidak terlalu capek tapi sikap aji yang barusan itu lah yang membuat aku malas bertahan lama di sini. Sepertinya dia juga bukan panitia jadi nanti malam tidak mungkin dia ada di sini.
“yuk, keringatku juga dah minta ampun ne”
Kemudian kami pulang ke rumah masing-masing. Rasanya baru saja aku menginjakan kaki di rumah tiba-tiba ita sudah datang menjemputku. Dengan berat hati akupun berangkat kembali ke kampus bersama ita. Ketika kami tiba kampus sudah sangat ramai, para cama-cami sudah terlihat bersih mereka memakai atasan putih dan bawahan hitam. Tampak sekali perbedaan mereka, mereka terlihat lebih dewasa memakai dasi hitam. Tapi tetap saja mereka terlalu muda buatku, apa kata dunia bila aku mendapatkan adik semester yang lebih muda di bilang tante girang dunk.
Acara malam ini berlangsung sukses, saat ini hanya tersisa acara hiburan. Semua orang tampak gembira bernyanyi-nyanyi bersama, banyak dari para junior yang menyumbangkan suaranya tanpa malu-malu begitu pula para senior yang lebih tidak punya malu. Aku paling tidak pede dengan suaraku jadi ku putuskan untuk menjadi penonton setia. Tia sedang asyik ngbrol dengan pacarnya, sedangkan aku lebih memilih berjalan-jalan di sekitar kampus untuk menghindar dari kebisingan teman-teman yang sedang bernyanyi.
Pelataran kampus ini sudah sangat sering aku lewati tetapi tak pernah sekalipun aku merasa bosan melihatnya. Di siang hari pelataran ini sangat indah karena banyak bunga-bunga yang terlihat tapi di malam hari begini pelataran ini terasa agak seram buatku. Tiba-tiba langkahku terhenti mendengar suara-suara yang arahnya dari ruang belajar sebelahku berdiri. Sepertinya beberapa orang sedang bercakap-cakap bahkan mereka tertawa-tawa tanpa menyadari di mana mereka sekarang. Akupun memutuskan untuk melihat siapa yang berani-berani memakai ruang kosong malam-malam begini.
Kulangkahkan kakiku perlahan menuju ruangan itu, ada sedikit rasa takut menyergapku. Kuberanikan diriku membuka pintu kelas itu. Sesaat kemudian aku melihat sosok yang dari tadi siang menarik perhatianku. Si aji sedang duduk di kelilingi oleh beberapa cewek entah mereka senior atau junior. Cewek-cewek itu sedang menggoda aji tetapi aji justru asyik membaca buku. Secara tidak sadar penglihatan ini membuat aku semakin sebel dengan aji. Akupun bergegas meninggalkan ruang itu dari pada aku ketahuan mengintip orang lain.
Aku berniat kembali ke panggung tempat acara sedang berlangsung, tapi langkah kakiku terhenti ketika ku dengar nama aji di sebut-sebut dalam sebuah percakapan cewek-cewek para junior.
“kak aji ganteng ya,aku mau dech jadi cewek ke 50nya” kata seorang dai mereka.yang kemudin langsung di sahut
“aku juga mau,oiya tau g sich dulu kak aji anak aknuntansi lho.untung aku ambil akuntansi jadi aku ma kak aji se aliran”kata seorang lagi dari mereka
Kemudian ada lagi yang menjawab “kak aji kan sekarang kerja di kantor akuntan public, dah ganteng,keren,tinggi, kerjaannya bgus, motornya bagus, pinter maen gitar lagi.kurang apa coba?
“tapi kenapa dia masih jomblo ya?”
“mungkin dia lagi tunngu aku lulus kuliah kali makanya g pacaran”
Jawaban ini kemudian di tertawakan oleh teman-temannya yang lain.
Akupun berlalu sambil tersenyum, lumayan juga cowok ini ampek banyak gini fansnya. Memang begitu dahsyat pesona seorang aji tapi sayang terlalu banyak cewek di sekitarnya aku juga mendengar dari ita bahwa aji terlalu dinggin pada cewek, jadi kesimpulan yang aku buat aku harus melupakan pesona aji. Mungkin perasaan suka dan kagum ini hanya perasaan sesaat, dan aku berharap esok pagi saat aku bagun perasaanku kebali seperti biasanya. Ku putuskan untuk mencari ita untuk mengajaknya pulang.
Tak susah menemukan sahabatku itu karena dia selalu menempel pada pacarnya. Kuhampiri ita yang sedang asyik berpacaran.
“hoy….dah malem pacaran aja ne?”
“eh ada rindu…..”kata satya pacar ita
Aku hanya tersenyum pada satya karena ita kadang masih cemburu padaku dan satya,
“pulang yuk”kataku pada ita
“duluan dweh rin aku nanti di anterin satya kok”
“ya udah duluan ya,dah ngantuk ne.dag……”
Ita pun melambai padaku. Dalam perjalanan pulang aku kembali memikirkan semua kejadian hari ini. Banyak hal yang menyebalkan sich dari pada yang membahagiakan. Suasana hatiku semakin buruk kerana motorku tiba-tiba mati. Aku sudah berusaha menhidupkan kembali tapi tetap tidak bisa. Kucoba menghubungi ita tapi apa gunanya dia sedang asyik berpacaran pasti telpon ku tak di hiraukannya. Perkiraan ku benar hampir 10x aku menghubungi ita tapi tak sekalipun di angkatnya. Hari sudah malam jadi sangat kecil kemungkinan ada bengkel yang buka. Aku mulai putus asa sampai ada motor yang tiba-tiba berhenti di sebelahku.
Jujur aku sangat takut malam-malam begini di hampiri dengan orang yang tak ku kenal.
“kenapa mbak?”Tanya orang itu tiba-tiba
Kuberanikan diri untuk menjawabnya “mogok mas”
Orang itu tidak menjawab perkataanku, akupun semakin taku di buatnya. Timbul lah semua fikiran yang macam-macam di otakku. Tidak ada cara lain aku harus meminta tolong pada orang ini karena sangat tidak mungkin aku mendorong motor ini sampai di rumah.
“bisa perbaiki motor g mas?tolongin donk.dah malem ne mana ada bengkel yang buka”kataku pelan.
Tanpa berkata orang itu langsung turun dari motor dan melepas helmnya.
Deg………………..
Ternyata orang itu adalah aji. Tanpa memperdulikan reaksiku aji mulai mengotak atik motorku. Tak ad sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Aku hanya terus memandangnya, setelah beberapa saat memandang wajahnya aku jadi teringat dengan cowok yang motornya aku tabrak di supermarket, cowok yang kecelakaan dan juga cowok yang ku temui di took buah. Kenapa aku baru nyadar ya?mungkin karena dari tadi aku hanya melihat aji dari jauh hingga aku tidak menyadari kalu sebenarnya kami sudah bertemu beberapa kali. Aku terus berfikir tanpa menyadari motorku sudah bisa mnyala kembali.
“mbak,motornya dah nyala tuch?makanya jangan suka nambrak motor orang. Kualat kan motornya mogok”
Hah?ternyata dia masih ingat kejadian di supermarket itu.
“owh, makasih banyak ya mas.”jawabku agak gugup.
“businya udah mau mati tu cepetan pulang paling bisa tahan bentar doank. Nanti kalau ketiemu bengkel yang buka cepetan ganti”
“iya mas makasih ya, lok g ad mas pasti saya udah dorong motor ini ampek rumah”kataku sambil tersenyum.
Aji lalu mengambil sapu tangan di sakunya dan dia gunakan untuk mengusap tanggannya, itu saputanganku ucapku dalam hati. Tapi aku tidak berani untuk mengatakannya.
“kayak pernah lihat tu mas sapu tangannya”
“ya iya lah di pasar banyak mbak”jawabnya ketus.
“ada huruf I nya g mas di pojok kanannya?”
Dia melihatku dengan pandangan heran. Kemudian dia meneliti sapu tangan itu, setelah beberapa saat dia menatapku dengan lebih heran lagi.
“kok mbak tau?”
“Hehehehehehe……..itu punya saya mas. Hufuf I nya pake benag biru kan?kenalin mas saya rindu tapi kadang di panggil ima”kataku sambil mengulurkan tanggan.
Aji tampak ragu-ragu tapi kemudian dia menjabat tangganku
“aji”jawabnya pendek.
“kecelakaan waktu itu g parah kan mas?map saya g anter mas soalnya waktu itu saya buru-buru banget mau balik ke kampus”
“ya,g pa2 kok Cuma lecet dikit”
Huft…kenapa jawabannya tetap saja ketus, emank aku punya salah apa?oiya aku baruu teringat mungkin saja dia masih marah gara-gara kejadian di super market.
“soal di super market aku minta map lagi ya mas, beneran kok aku g sengaja”
“udah lupain z,cepetan pulang keburu mati lagi motor mu”
“sekali lagi makacih ya mas”kataku sambil menaiki motor.
Tanpa sepatah katapun dia menstater motornya dan melaju dengan kencang. G sopan kataku dalam hati. Akupun segera melaju dengan motorku sambil menegok ke kanan dank e kiri mencari-cari bengkel yang masih buka. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seseorang yang duduk di atas motor. Dia seperti sedang menanti seseorang. Akupun berhenti karena ternyata orang itu adalah aji,
“gantian mogok ya mas motornya”tanyaku penasaran
“turun”katanya singkat
Bagai kebo yang di cocok hidungnya akupun menuruti kata-kata aji. Sepertinya semua perkataan aji bagai sihir bagiku. Mungkinkah semua orang merasakan begini?pantas saja banyak cewek yang tergila-gila padanya.
“na udah ku ganti tu businya” aji berkata sambil berlalu.
“makacih ya”teriakan ku teredam kendaraan yang lalu lalang.
Akupun pulang dalam keadaan perasaan dan fikiran yang kacau balau. Kejadian barusan sangat mengejutkan ku. Aji baek banget ya?apa emank sifatnya seperti itu. Tapi ketusnya itu lho buat aku sedikit sakit hati. Malam ini aku tidur dengan perasaan yang campur aduk, tak ada kata yang bisa menggambarkan perasaanku mala mini. Aku seneng karena hari ini aku bertemu aji, aku senang Karena ternyata aji masih ingat semua kejadian yang mempertemukan kami, aku senag karena malam ini aji menjadi dewa penolongku, aku senang karena aji terlihat begitu perhatian padaku, dan juga aku sngat senang karena aji masih menyimpan sapu tanganku.
Tapi aku juga sedih karena aji ketus, karena aji mengabaikkan ku,kesal Karena tadi aji mengerjai seorang cami, dan karena aji di kelilingi banyak cewek. Apa aku mulai jatuh cinta lagi, apa aku cemburu melihat cewek-cewek yang dekat dengan aji? Entahlah yang pasti aku merasa takut, sudah lama aku tidak mengalami perasaan ini. Aku takut hanya bisa menerima pengalaman indah, dan aku takut aku tak bisa menerima patah hati. Ini lah kebiasaan orang, saat mereka merasa bahagia pasti mereka tidak kapok tapi ketika mereka merasa sedih karena suatu cinta mereka pasti menjadi lebay dan kadang ada yang kapok untuk jatuh cinta lagi.
Walaupun aji seperti itu jujur aku masih sanggat kagum padanya, padahal bisa saja mala mini aji tidak menolongku tapi kenapa aji mau menolongku bahkan emncarikan busi untukku. Andai saja aku punya nomor HP aji pasti aku akan sanggat berterima kasih padanya dan aku juga bisa bertanya bagai mana caraku membalas semua budi baiknya mala mini. Hatiku mulai bertanya-tanya kapan kami akan bisa bertemu lagi, kapan kamu bisa ngobrol dan bercanda seperti dalam mimpiku, kapan aku bisa menjadi everything untuknya, apakah kami mungkin untuk bersama, apakah aji mau padaku yang seperti ini, apakah yang akan terjadi saat kami bertemu lagi. Masih banyak lagi pertanyyan yang ad di fikiranku, pertanyaan ini tidak bisa ku temukan jawabannya. Aku terus bertanya-tanya sendiri samapi aku tertidur. Malam ini aku tertidur dalam keadaan yang bertanya-tanya, pertanyaan yang tidak ku tahu kapan akan ku temukan jawabannya.
Hari berganti bulan tak terasa tahun akan segera berganti, beberapa kali aku suadah pacaran di tahun ini tapi tidak pernah berlangsung lama. Aku selalu memutuskan mereka dengan alasan yang kecil, padahal alasanku yang sebenarnya adalah tidak ada cemistri. Beberapa waktu ini aku juga banyak mendengar tentang aji. Aji ternyata sudah memiliki seorang kekasih, dia alumni universitas kami dan meneruskan S1nya di malang, dia bekerja di kantor akuntan public yang cukup besar, aji juga seseorang yang mandiri, keluarganya juga termasuk lumayan dan dia memiliki seorang adik perempuan yang masih duduk di bangku SMA. Beruntung sekali perempuan yang menjadi kekasih aji aku merasa sangat iri.
Malam tahun baru aku lewati dengan acara bakar ayam bersama keluarga dan teman-teman di kantorku.
Pukul 00:00
Aku bedoa pada allah agar dia mau memberikan kekasih yang baik hati di tahun ini, moga keluargaku bahagia selamanya, moga kejaanku lancar dan kuliahku juga lancar. Amien…………..
Preeeettttttttt…………….teeeeeeettttttttttttttttt…………
Hhhhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…………………………………………
Yyyeeeeeeeeeeee…………………………………………
SELAMAT TAHUN BARUUUUUU…………. Ucap semua orang serentak. Semua bertepuk tangan tak ada lagi rasa kantuk , semuanya tertawa menyambut tahun yang baru. Karena besok kami berencana ke pantai maka kami segera pulang agar tidak telat bangun esok pagi. Biasanya tanggal merah begini pantai sangat macet, maklum tempat rekreasi di sini masih sanggat terbatas. Sebelum tidur aku memikirkan semuanya yang telah aku lewati tahun ini dan merencanakan apa yang akan ku lakukan di tahun yang baru ini. Selamat datang tahun baru, ku sambut kau dengan senyuman.
Baru tidur beberapa jam saja matahari sudah terbit alarm di hpQ sudah menjerit-jerit memaksaku untuk bangun. Aku segera mandi dan sarapan karena hari ini aku bersama kawan-kawan di kantor akan ke pantai. Tujuan kali ini aku yang menentukan yaitu teluk bogam. Betapa kangennya aku pada tempat itu, aku ingin membuat kenangan baru di pantai indah itu. Setelah berpamitan pada orang tua aku segera pergi ke kantor bersama sepupuku, kami semua janji berkumpul di sana. Ku siapkan camilan-camilan dalam tas untuk persiapan siapa tahu tidak ada pedagang di sana. Dulu ketika aku pertama kali datang ke sana memang tidak ada pedagang seperti di pantai-pantai lain.
Setelah semua orang berkumpul kami pun berangkat menggunakan mobil bos, dan seperti dugaan kami jalanan sangat-sangat macet. Beberapa jam kami tejebak dalam kemacetan tapi akhirnya kami sampai juga di teluk bogam. Kami langsung di sambut dengan hamparan pasir putih yang luas walaupun air di pantai ini agak kotor, terdapat ubur di mana-mana. Pohon-pohon cemara yang tinggi mengayun-ayun dengan anggun, banyak orang-orang yang memilih duduk di batang-batang kayu di bawah pohon itu karena cuaca hari ini sangat panas. Berbeda dengan mereka aku ingin menikmati semua ini, menikmati cahaya matahari, menikmati pasir yang ku injak, menikmati air yang datang dan pergi menghampiri kakiku, menikmati angin yang membawa kebebasan, menikmati pemandangan yang sangat indah.
Aku tertawa lepas, aku bebas dari semua pekerjaan, semua beban sejenak ku tinggalkan. Tak kupedulikan teman-temanku yang lain aku putuskan untuk berjalan-jalan menyusuri lekukan pantai, membiarkan kaki ku kotor tekena pasir dan juga membiarkan air membasahi jeansku. Kuhirup udara pantai, terasa sedikit asin dan lembab. Mataku sibuk menikmati keindahan alam ini, hamparan laut yang biru sungguh menyegarkanku. Tak bisa ku bayangkan berapa lebar dan dalam laut ini, sayang aku tak bisa berenang jadi aku hanya bisa bermain-main di bibir pantai.
Setelah kaiku merasa lelah ku putuskan untuk istirahat sejenak di bawah pohon, ku pilih tempat yang agak sepi karena jujur aku lebih suka kesunyian dari pada keramaian. Kukeluarkan notebook kesayanganku kuputar lagu ost film my girl friend is a gumiho, sambil mengistirahatkan kakiku kutulis beberapa kalimat untuk mengenang hari ini. Ku abadikan juga suasana di sini dengan cameraku. Memang hanya kamera yang biasa tapi aku sangat bersyukur mempunyai kamera ini karena masih banyak orang yang tidak memiliki kamera seperti ini. Aku panjatkan puji syukur pada allah karena dia telah menciptakan ala mini dan menciptakan mata untukku sehingga aku bisa menikmati semua ini.
Aku selalu bermimpi suatu saat aku bisa datang ke pantai bersama orang yang paling aku sayang, entah itu suamiku atau pacarku atau tunanganku. Ku pejamkan sejenak mataku ku bayangkan semua yang aku impikan.
Dia memengan erat tanganku, kami bergandengan seolah takkan bisa terlepas oleh apapun. Kami berjalan menyusuri pantai putih yang basah, sambil bersenda gurau kami terus berjalan. Kadang kami bercanda sampai saling dorong sampai akhirnya kami terjatuh bersama di pasir yang basah. Kami merasa lelah kami pun duduk di pasir yang basah, ombak menghampiri dan kami biarkan ombak membasahi baju dan celana kami. dia menuliskan kata cinta di pasir dan kamipun kejar-kejaran kami juga membuat istana pasir sambil bercerita tentang masa depan yang kami ingginkan. Saat sunset kami kembali duduk di tepi pantai membiarkan ombak yang menghantam kaki kami. aku lelah dan dia menyediakan bahunya untukku bersandar. Kami menikmati cahaya jingga sunset tanpa suara, sunset kali ini terlalu indah hingga tak tega rasanya aku berkedip. Dan tiba-tiba dia mengecup keningku, aku pun ingin membalas menciumnya di pipi. Beberapa detik sebelum bibirku menyentuh pipinya tanpa ku duga dia menoleh ke arahku dan terjadilah my frist kiss.
Bahagianya berkhyal…………………………………….
Aku berusaha kembali pada semua kenyataan yang ada, kini aku hanya sendiri menyusuri pantai ini. Kubuka kembali kedua mataku, sungguh sebenarnya aku sangat ingin menagis tapi aku kembali teringat tujuanku kemari adalah untuk bersenang-senang jadi aku tidak akan meneteskan air mata. Aku tidak ingin memulai hari pertama di tahun baru ini dengan tangis. Aku coba mensyukuri semua keadaaanku hari ini. Ketenanganku tergangu oleh pasangan muda mudi yang baru datang dan duduk tak seberapa jauh dariku. Mereka membuatku sangat iri, akupun meninggalkan tempat itu dan berjalan semakin jauh.
Andai aku memiliki rumah di sini apakakah aku akan selalu merasa tenag seperti ini? Melihat pasir yang indah akupun tergoda untuk bermain. Dari kejuhan ku lihat sepupuku datang menghampiriku. Akupun melanjutkan membuat istana pasir, sayang aku tak puntar membuat istana pasir hasilnya sangatlah mengecewakanku. Ketika sepupuku datang dia pun mengejek istana pasir buatanku, karena kesal maka ku siram dia dengan air sisaku membuat istana pasir. Tak ayal beberapa saat kemudian kami tenggelam dalam perang air hingga basah kuyup. Ketika aku bermain pasir aku merasa ada seseorang yang sedang memperhatikanku.
Ku pandangi sekeliling dan kutemukan seseorang yang sedang asyik membidik dengan kameranya. Kamera yang lumayan ucapku dalam hati, terus ku perhatikan orang itu. Merasa dirinya diperhatikan orang itupun menhentikan membidik. Aku bertanya dalam hati apakah orang itu sedang memfoto aku, mengapa rah kameranya kemari. Karena penasaran akupun menghampirinya. Setelah jarak kami tinggal beberapa langkah barulah aku menyadari ternyata orang itu adalah aji. Kebetulan yang aneh fikirku sambil tetap memghampirinya.
“hey…………gi foto ap ne?” sapaku
“laut lah masak foto kamu”jawabnya singkat
“masak sich?kok dari tadi aku ngerasa di foto ya?mahal lho upah modelnya.”kataku smbil tersenyum.
Kemudian dia membalas senyumku, ooooohhhhh…..gantengnya.
“pede amat”tiba-tiba senyumnya menghilang.
Merasa sebal denga jawabannya aku pun segera pergi dengan muka cemberut. Tadinya aku kira dia bisa menjadi teman ngobrol yang asyik tapi ternyata perkiraanku dia terlalu ketus. Sesakali ku toleh dia dan ku lihat dia kembali memfotoku. Kenapa sich orang ini?tadi ketus kok masih foto-foto terus. Akupun akhirnya membuat kesimpulan bahwa dia memang benar-benar memfotoku hanya saja dia malu untuk mengakuinya. Ku ajak sepupuku pergi meninggalkan aji karena perutku sudah merasa sangat lapar. Setelah kembali ke rombongan kami pun makan bersama-sama. Menu yang kami pilih adalah sate ayam dan es buah.
Ada suatu tempat yang menarik di tempat makan ini, tempat itu berada di ujung bangunan dan tepat di atas laut. Akupun sedikit berlari menghampiri meja itu karena takut di dahului orang lain. Sial ternyata meja itu telah di tempati oleh seorang cowok, cowok itu menoleh kea rah ku dan ternyata dia dalah aji. Segera kuurungkan niatku untuk duduk di meja itu, siapa tahu aji memesan tempat itu bersama pacarnya. Duh selera makankupun tiba-tiba menghilang hanya beberapa tusuk yang aku makan. Teman-temanku merasa heran karena mereka tahu bahwa sate adalah makanan kesukaanku.
“knp rink ok g abis?”Tanya salah satu temanku.
“dah kenyang mas”jawabku asal.
Bosan melihat piringku yang berisi sate akupun memperhatika aji yang masih tetap duduk sendiri. Sebenarnya aku sangat penasaran seperti apa pacar seorang aji yang ketus. Harapanku pupus karena sampai teman-temanku selesai makan aji masih tetap saja duduk sendiri. Aji juga tidak menyantap makanannya, hatiku bertanya-tanya mengapa aji seperti ini. Kami akan beranjak dari warung ini tiba-tiba bos memangilku dari meja kasir. Memang rencananya tadi bos yang akan mentraktir makanan kami semua, mungkin kah bos lupa membawa dompetnya.
Kuhampiri bos dengan sedikit berlari.
“kenapa pak?”tanyaku penasaran
“kenal sama oaring itu kak?”Tanya bos sambil menunjuk aji
“iya dia kakak senior saya pak di kampus,memangnya kenapa pak?”tanyaku bingung
“makanan kita di bayarin semua”kata bisku sambil tersenyum.
“ucapin makasih sana, kami tungguin kok”kata temanku yang tiba-tiba datang dari belakang.
“hah??????”Cuma itu jawabanku.
Teman-teman pun tertawa melihat ekspresi kebingunganku. Maka kukumpulkan keberanianku untuk menghampiri aji, alangkah tidak sopannya bila aku tidak mengucapkan terima kasih walau tadi aku merasa agak sebel dengan sikapnya.
“ne ongkos buat jadi model tadi ya?”
Dia menoleh dan tersenyum padaku, akupun semakin binggung di bautnya. Bukannya tadi dia ketus padaku lalu kenapa sekarang dia tersenyum padaku?
“duduk dulu dunk mo ampek kapan berdiri gitu”
Akupun menuruti kata-katanya tanpa berkata apapun, setelah aku duduk datanglah segelas jus mangga kesukaanku dan satu porsi kentang goreng. Aku semakin melongo melihat ini.
“janggan mlongo gitu ntar di masuki lalat lho”katanya sambil tertawa.
Hah?aji juga bisa bercanda rupanya.
“kenapa bayarin makan kami?”Tanya ku yang tiba-tiba teringat apa tujuanku mendatangi aji.
“temenin aku makan ya, g enak ne makan sendirian. Kayaknya kamu tadi juga makan dikit banget.kenapa g enak ya satenya?”
“g laper, ne minuman n kentang buat aku tow?”
“iya, minum dunk sambil temani aku makan”
Aji pun mulai memakan sate yang sudah di pesannya dari tadi, karena panas akupun meminum jus mangga yang ada di depanku.
“gitu dunk, tapi kok diem terus sich?”katanya di sela-sela makannya.
“truz mo ngomongin apa?”Tanya ku binggung.
“makan dulu kentangnya, enak lho di jamin kamu bakal ketagihan”
Akupun mencoba kentang goreng itu, benar tenyata rasanya enak. Akupun terus mengunyah kentang goreng tanpa memperdulikan tatapan aji.
“enak kan?”
“iya, sering ke sini yak ok tau banget lok kentang di sini enak”
“lumayan, kalau lagi g mud aku sering ke sini”
“wah ternyata bisa g mud juga tow”kataku bercanda
Dan aji tersenyum, “kan sama manusianya kayak kamu”
“mank jadi akuntan bikin puyeng ya ampek g mud gitu, jadi takut ne jadi akuntan”tanyaku ingin tahu
“enak kok kalau kamu bisa nikmatin, tapi kan semua kerjaan pasti ada capeknya apa lagi kamu tau akuntan tu perlu ketelitian”
Kamipun terus tenggelam dalam percakapan dari topic akuntansi, agama, gossip, bola, perkembangan kampus, dll. Baru aku sadari ternyata aji asyik di ajak ngobrol dia menguasai hampir semu topic yang kami bahas, aku lebih banyak bertanya dan aji dengan sabar mau menjawab dan menjelaskan semua pertanyyanku. Tak terasa makanan aji bersih tak bersisa begitu pula jus dan kentang gorengku. Selesai membayar semuanya kamipun berjalan bersama mencari teman-temanku karena hari telah senja. Setelah berputar-putar berapa kali kami tidak menemukan teman-temanku. Tiba-tiba ada sms masuk di HPku.
Dari tia
Kak,qmi plng dluan y. met bersnang-snang……..
Hehehehehehehe…………………
Tia adalah sepupuku, akupun bingung dan panic karena teman-temanku sudah pulang duluan. Bagaimana caraku untuk pulang ke rumah. Aku tahu sekali bahwa di daerah ini tidak ada taxi atau angkutan umum menuju ke rumahku. Membaca kepanikan di wajahku aji pun bertanya padaku.
“knp rin?panik gitu kayaknya”
“temen-temen dah pulang duluan kak.”kataku sambil cemberut. Karena percakapan kami yang tadi maka aku memangil aji kakak, lagipula dia kakak seniorku di kampus jadi sudah sewajarnya aku memangilnya kakak.
“bareng aku aja, tapi naek motor. Mobilnya lum punya ne, mobil-mobilan juga ketinggalan di rumah”
Tak ada jalan laen, kalu aku ingin pulang maka aku harus pulang dengan kak aji. Naek motor sama sekali bukan masalah untukku karena aku sudah terbiasa naek motor.
“bareng g?tapi tunggu bentar ya aku mo foto sunset dulu”
Akupun mengganguk. Kami berjalan kembali ke arah pantai. Kak aji mulai foto-foto akupun asyik menikmati suasana sunset. Tak mau ketinggalan akupun mulai memfoto sang surya yang sedang menuju peraduan juga, tapi lebih banyak waktu ku gunakan untuk menikmati suasana ini. Tak ada awan yang menutupi langit semuanya menjadi berwarna merah ke emasan. adzan mulai terdengar kami pun berhenti berfoto-foto dan menuju mushola terdekat. Setelah selesai sholat kamimemutuskan untuk pulang. Aku lupa membawa jaket jadi ketika naek motor aku sedikit kedinginan.
“g dingin ya”Tanya kak aji
“hehehehehehehe….lumayan kak” jawabku.
“masukin ke kantong jaketku aja tangannya dari pada beku, g aku apa-apain kok tenag aja”
“sory ya kak jadi ngerepotin gini”maka ku masukin tangan ku ked ala saku jaketnya.
Entah apa ekspresi kak aji saat ini, aku tidak bisa melihatnya karena terhalang helm. Tak ayal posisi kami yang seperti ini terlihat seperti sepasang kekasih. Aku merasa sedikit takut karena bisa saja pacar kak aji salah paham melihat kami. baru beberapa detik ternyata aku sudah berada di depan rumahku. Akupun segera turun dari motor kak aji.
“makacih ya kak dah traktir,ajakin lht sunset n anterin aku pulang” kataku sambil tersenyum
“iy sama-sama makacih juga dah di temenin hari ini. Aku langung pulang ya dah malem ne”
“ati-ati lah kak”
Brruuuummmmmmmmmmmmm………..
Belum selesai aku mengucapkan bye kak aji sudah melaju dengan motornya. Ah kembali seperti biasanya kataku dalam hati. Setelah mandi akupun segera telelap dalam tidurku. Hari ini terasa melelahkan dan juga membahagiakan bagiku. Kak aji, nama itu terus ada di fikiranku hingga mataku terpejam.
***
Malam ini beberapa temanku mengadakan pentas band, kebetulan sekali hari ini orang tuaku menizinkan aku dan adik sepupuku untuk meneonton. Kami pun segera berangkat untuk menonton band itu. Ternyata tempat acara sangat ramai, aku dan adiku harus rela bersesak-sesakan agar bisa menonton siapa yang sedang bernyanyi di panggung. Saat aku mendengar lagu yang ku hafal aku pun ikut bernyanyi tak perduli oaring-orang di sampingku menatapku dengan heran.
Menatap indahnya senyuman di wajahmu…
Membuat ku terdiam dan terpaku…….
Tiba-tiba satu buah lagu kesayanganku mengalun dari salah satu band yang tidak ku tahu namanya. Akupun ikut bernyanyi-nyanyi, menurutku ini adalah lagu yang paling romantic. Aku pernah bermimpi suatu saat seseorang akan melamarku dengan menyanyikan lagu ini. Saking menghayatinya akupun mencoba memejamkan mataku sampai lagu itu berakhir.
Rasanya tak rela membiarkan lagu itu berakhir, suara vocalis yang menyayikan lagu tadi sangat indah. Setelah lagu itu berakhir di lanjutkan dengan sebuah lagu darinya bondan prakoso yang berjudul bunga. Ternyata ada satu vocalis tambahan untuk lagu ini karena sangat tidak mungkin lagu ini di nyanyikan oleh 1 orang. Vocalis tambahan ini adalah pemain bass di lagu sebelumnya. Lagu mengalun dengan apik, tapi aku terkejut saat salah satu syair di lagu ini diganti. Seharusnya syair ini menyebutkan ku cinta kau bunga tetapi vocalis band ini menggantikannya dengan ku cinta kau ima.
Deg…………
Hatiku berdebar tak menentu, aku bahagia, malu dan penasaran siapakah orang yang bernyanyi tadi. Semua mata tertuju padaku tapi lagu tetaplah berlanjut. Aku hanya bisa senyum-senyum sediri. Hatiku sanggat berbunga-bunga. Saat lagu berakhir vocalis tadi melepas topinya. Betapa tekejutnya aku karena yang bernyanyi dan menyatakan cintanya tadi adalah kak aji. Aku masih belum bisa menguasai diriku, aku bingung harus bersikap bagaimana.
“hey”tiba-tiba kak aji sudah ada di belakangku
“ya”aku jawab dengan sanggat gugup.
“gimana di terima g ne?”tanyanya to the point
Akupun gelagapan karena panic, aku coba menarik napas untuk menenangkan fikiranku.
“boleh berfikir 5 menit g kak?masih shock ne”kataku sambil meringis.
Kak aji pun menganguk. Dia tetap berdiri di depanku sambil terus menatapku. Aku coba berfikir walaupun sanggat sulit berfikir dengan di pandangi begini. Aku sudah tak tahu apa warna mukaku, mungkin mukaku sudah berubah menjadi unggu. Aku berfikir untuk mencoba menjalani hubungan ini tapi di suatu sisi aku merasa takut akan patah hati lagi.
“udah 5 menit lho, gimana mau g jadi cewekku?”
Dengan spontan aku pun mengganguk, hahahahahaha,,,,,,betapa lucunya aku. Aku bahkan tidak menyadari reaksiku tadi. Tapi aku tidak menyesal dengan reaksiku tadi, aku hanya bisa tersenyum malu. Kak aji pun berjanji padaku untuk selau setia dan akan menjadi orang yang paling pengertiaan dan paling ngertiin aku. Betapa senangnya mala mini ternyata aku menemukan cinta sejatiku.
***
Setelah beberapa bulan pacaran kak aji pun aku kenalkan pada orang tuaku. Alhamdulilah orang tuaku setuju. Satu persatu mimpiku terwujud bahkan lebih indah dari pada yang kyu bayangkan. Alhirnya akupun menikah dengan kak aji, tak terkirakan bahagiaku karena saat aku menulis skripsi kak aji selalu mendampingiku. Semoga saja pernikahan ini bisa kekal walau terkena gelombang yang besar. Amien………… terima kasih ya allah yang telah menulis scenario kisa hidupku.
Hehehehehehe…………….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar