PACAR PERTAMAKU
“Banyak orang bilang kalau pacar pertama susah di lupain tapi kayaknya itu tidak berlaku untukku.”
Aku punya seorang kakak cewek yang cantik, putih, tinggi baik pula. Hal ini sangat berbeda denganku yang item, kurus, rambut merah, pemarah, dan mau menag sendiri. Beruntunglah aku punya kakak yang selalu sabar menghadapi kenakalanku, ibuku juga selalu bercerita tentang kenakalanku sewaktu kecil. Andai aku yg ada di posisi kakaku akan lain ceritanya. Orang tuaku sangat peduli pada anak-anaknya, ibuku adalah tempat curhat terbaik yang kami punya. Ibu ada kapanpun kami mau, ibu selalu member nasehat yang baik, dan ibu tidak pernah marah lebih dari 1 jam. Setelah beliau marah-marah pasti ibu duluan yang mengajak kami bercanda.
Cuma ibu yang bisa meredakan kemaran kami, ada saja sikapnya yg membuat kami tertawa dan tidak jadi ngambek. Ibu selalu berpesan pada kami agar kami selalu rukun karena kami akan menyesal nanti ketika kami berpisah. Sungguh saat itu aku tidak berfikir sedikitpun bila aku dan kakaku akan terpisah, aku hanya membayangkan kami akan hidup berdampingn selamanya. Nasehat ibu bagaikan angin lalu buatku, kami tetap saja meributkan hal-hal kecil yang tidak penting. Kami selalu ribut ketika harus menyapu halaman, selalu saling meledek. Bahagianya bila waktu itu bisa terulang kembali.
Tapi ternyata allah berencana lain kakaku memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di jawa. Semula aku merasa semua akan baik-baik saja, tapi ternyata tidak aku benar-benar kehilangan kakaku. Aku merindukan pertengkaran dengannya, aku rindu meributkan masalah-masalah kecil dengannya, aku kehilangan teman bermain, aku kehilangan teman bercerita, dan aku kehilangan teman berbagi tugas rumah. Saat itu kami belum memiliki hand phone bahkan aku harus meminjam hp temanku untuk sekedar smsn dengan kakaku. Ibu bapakku harus ke wartel bila ingin mendengar suara kakakku.
Tanpa terasa tahun berlalu kakaku sudah selesai sekolah dan memutuskan untuk bekerja di konveksi om ku dan aku kini sudah duduk di bangku smk. Smk yang selama ini aku idamkan, hanya membayangkan sekolah di situ saja aku sudah sangat bahagia. Tapi semua terasa biasa saja ketika aku benar-benar berada di smk itu. Karena sudah lama tidak bertemu kakakku memutuskan untuk pulang sekedar bersilaturahmi dengan orangtuaku dan aku. Betapa senangnya aku kebetulan saat itu aku baru selesai masa karantina paskibra jadi aku juga bisa pulang ke rumah berkumpul dengan kakak dan keluargaku.
Aku sempat tercengang melihat penampilan kakakku yang sekarang, dia bertambah putih, tambah cantik dan tambah gaul. Aku makin mengidolakannya, aku ingin seperti kakakku. Setelah beberapa hari aku berkumpul kembali bersama kakakku aku memutuskan untuk kembali ke kost karena masa sekolah akan di mulai kembali. Sungguh berat tinggal di kost untuk anak manja sepertiku. Aku tidak bisa memasak sehingga makananku setiap hari hanya telur, mie, dan sarden. Kadang aku inggin menagis bila sedang ada masalah dengan teman kost atau teman sekolahku aku kehilanggan tempat curhat terbaikku. Biasanya ibuku selalu bertanya tentang kejadian-kejadian yang terjadi setiap hari tapi karena kini aku tinggal di kost jadi hal itu tidak mungkin lagi.
Sungguh tak terduga ternyata kakaku datang mengunjungi ku bahkan dia tinggal bebrapa hari di kostku. Kami belanja bersama, masak bersama tidur pun bersama betapa senangnya aku. Akhirnya kakaku bercerita bila ortu kami akan membeli sepeda motor untuku sekolah jadi aku tidak perlu kost lagi. Aku merasa snggat bahagia, hal yang ku ingat sampai saat ini adalah camilan pertama yang di belikan kakakku yaitu keripik singkong kusuka yang rasa ayam lada hitam. Tiap melihat produk itu aku selalu terkenang dengan kakaku tercinta. Akhirnya sepeda motor yang di beli orang tuaku datang dan aku memutuskan untuk nerhanti kost. Senangnya bisa berkumpul kembali dengan orangtua dan kakakku. Kakakku bertugas mengantar dan menjemputku di sekolah karena aku belum bisa mengendarai sepeda motor.
Dengan sabar kakakku menungguku pulang dan mengajariku mengendarai sepeda motor. Karena sifatku yang sembrono tak jarang kaki dan tangan kakakku lecet gara-gara jatuh dari motor. Sungguh geli rasanya mengingat-ingat masa-masa pertamaku mengendarai sepada motor. Sepeda motor baru itupun tak luput dari goresan-goresan akubat ulahku, entah berapa kaca spion yang telah ku rusak, berapa lampu sein yang ku pecahkan. Tapi orang tuaku tak pernah memarahiku secara berlebihan atau bahkan melarangku mengendarai sepeda motor lagi, mereka tidak mengkhawatirkan sepeda motorku tapi lebih mengkhawatirkan keselamatanku. Baru ku tau akhir-akhir ini kalu sebenarnya sepeda motor itu di beli agar kakakku karasan tinggal bersama kami dan tidak kembali ke bali.
Tapi apa mau di kata ternyata kakakku sudah mempunyai tambatan hati di pulau dewata itu, apapun bujukan kami kakakku bersikeras kembali ke sana. Aku bahkan rela membuntuti kakakku untuk menjadi mata-mata orang tuaku. Aku bahkan menghafal nomor hp pacar kakakku untuk ku laporkan kepada orangtuaku. Sungguh aku menyesali perbuatanku waktu itu, seharusnya aku mendukung kakakku bukan malah menghalnginya. Karena kekerasan hati kakakku akhirnya orangtuaku menizinkan kakakku pulang ke bali dan menikah dengan pujaan hatinya. Sungguh hinga saat ini aku merasa iri dengan kakakku dia bisa mempertahankkan cintanya, dia bisa mendapatkan lelali yang sabar, dan mau memperjuangkan cintanya. Sungguh kakak iparku termasuk cowok yang susah di cari saat ini.
Setelah kakakku menikah ibu pun ngobrol denganku, intinya kini ibu member lampu hijau untukku berpacaran. Ya selama ini aku memang belum di perbolehkan untuk berpacaran sebelum kakakku menikah, ibuku khawatir bila aku dan kakakku berebut cowok. Ibu tidak inggin aku merebut cowok kakakku ataupun sebaliknya. Ibu inggin agar kakakku menikah duluan bukannya sebaliknya. Alhamdulilah ibu merasa senang karena semua sesuai harapnnya walaupun ibu nsedikit sedih karena jarak akmi dan kakakku yang cukup jauh. Tapi kini teknologi sudah maju jadi kami tidak merasa kesulitan untuk berkomunikasi.
Serasa mendapatkan angin segar akupun sanggat gembira mendapatkan lampu hijau dari ibuku, jujur selama ini banyak cowok yang sudah ku tolak padahal sebenarnya merak lumayan. Seperti anak kecil yang mendapatkan permen akupun tak banyak berfikir, ketika ada anak sekolah lain yang menembak akupun mengiyakan permintaannya untuk berpacaran. Itulah pacar pertamaku, sangat tragis aku bahkan merasa sangat kasihan pada pacar pertamaku. Bagai mana tidak kami hanya jadian selama 1 minggu. Kami tidak pernah melakukan hal-hal yang biasa di lakukan pasangan yang sedang berpacaran.
Aku dan pacar pertamaku berbeda keyakinan hal ini yg membuatku sangat tidak nyaman. Jujur saja aku juga hanya bermain-main denggannya, tidak ada perasaan suka atau sayang aku hanya penasaran bagaimana rasanya pacaran. Putusnya aku dan pacar pertamaku sangat sadis, bahkan pacar pertamaku tidak mau memutuskan ku. Sebenarnya hal yang paling utama penyebab putusnya aku dan pacar pertamaku adalah kabar yang aku teima dari temanku. Temanku berkata bahwa pacar pertamaku sudah memiliki pacar, bahkan aku kenal dengan cewek itu. Aku merasa sangat sangat sakit hati, aku merasa harga diriku di injak-injak. Banyak cowok yang mau dengan ku tapi kenapa aku justru mendapatkan cowok yang seperti ini.
Dan tanpa penjelasan apapun aku memtuskan pacar pertamaku, walaupun cewek yang di kabarkan pacaran dengan pacar pertama ku itu menjelaskan bahwa mereka sudah lama putus keputusanku tidak berubah sedikitpun. Aku tidak mau balikan lagi dengan pacar pertamaku, sungguh kejamnya aku bila ku inggat saat itu. Bahkan ibuku sempat kecewa dengan keputusanku yg egois. Ibuku kemudian menasehati agar aku tidak sembarangan memilih pacar dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Kata-kata ibuku yg selalu ku ingat sampai saat ini adalah tidak menduakan pacar, tidak meminita apapun dari pacar dan hukum karma berlaku di dunia ini jadi pertimbangkan semua perbuatanmu. Alhamdulilah sampai saat ini hal itu masih ku terapkan. Beginilah akhir kisah pacar pertamaku, memang tidak seindah kisah romeo Juliet tapi kisah ini akan selalu ku kenang dan akan ku ceritakan pada anak-anakku kelak. Aku juga sangat merasa bersalah karena telah mempermainkan perasaan pacar pertamaku. Map y mr.E aku bener-bener minta map, aku yakin kok kalau kamu berhak dapat cinta yg lebih baik dari cintaku, aku juga berharap kamu selalu bahagia di manapun kamu berada. Jangan lelah ya dalam mencari cinta keran sampai saat ini aku juga belum menemukan cinta sejatiku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar